Memaparkan catatan dengan label tumbuhan herba. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label tumbuhan herba. Papar semua catatan

Jumaat, 7 Oktober 2016

Temulawak

Temulawak dengan nama ilmiah "Curcuma xanthoriza" merupakan tanaman memiliki banyak khasiat herba yang berasal dari famili Zingiberaceae. Temulawak merupakan tumbuhan asli Indonesia, khususnya Pulau Jawa dan banyak ditemukan di hutan-hutan daerah tropis. Temulawak dapat tumbuh di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut. 

Ciri fisik tanaman temulawak adalah berbatang semu dengan tinggi antara 1 - 2 meter. Dikatakan batang semu karena merupakan bagian dari pelepah daun yang tegak dan saling bertumpang tindih, dengan warna hijau atau cokelat gelap. Rimpang terbentuk dengan sempurna dan bercabang kuat, berukuran besar, bercabang-cabang, dan berwarna cokelat kemerahan, kuning tua atau berwarna hijau gelap.

Di Indonesia satu-satunya bagian temulawak yang dimanfaatkan adalah rimpang temulawak, untuk dibuat jamu godog. Rimpang temu lawak mengandung 48-59,64% zat tepung, 1,6-2,2% kurkumin dan 1,48-1,63% minyak asiri dan dipercaya dapat meningkatkan kerja ginjal serta anti-inflamasi. Kurkumin bermanfaat sebagai anti inflamasi (antiradang) dan anti hepototoksik (anti keracunan empedu).

Temulawak memiliki efek farmakologi yaitu hepatoprotektor (mencegah penyakit hati), menurunkan kadar kolesterol, anti inflamasi (antiradang), laxative (pencahar), diuretik (peluruh kencing), dan menghilangkan nyeri sendi. Manfaat lainnya yaitu, meningkatkan nafsu makan, melancarkan ASI, dan membersihkan darah.

Aneka khasiat herba temulawak untuk kesehatan dan kecantikan dan cara konsumsinya sebagai berikut :
1. Memperlancar ASI
Caranya dengan ramuan sebagai berikut : 20 gr rimpang segar temulawak, cuci lalu parut. Hasil parutannya diperas dan disaring, lalu ditim atau dikukus sampai mendidih. Setelah dingin, tambahkan 2 sendok makan madu sambil diaduk rata, lalu diminum. Lakukan pagi dan sore dengan takaran yang sama.

2. Menurunkan kadar kolesterol darah tinggi
Caranya : kupas kulit rimpang temulawak segar sebesar 3 jari, lalu parut. Tambahkan 3/4 cangkir air panas dan biarkan mengendap. Setelah dingin, endapannya dibuang dan airnya diminum. Lakukan setiap hari.

3. Hepatitis
Caranya : rimpang temulawak segar sebesar 2 jari dikupas kulitnya lalu diparut. Tambahkan air panas sebanyak 1/2 cangkir dan 1 sendok madu. Aduk campuran tadi sampai merata lalu dibiarkan mengendap. Minum bagian beningnya, ampasnya dibuang. Lakukan 2 kali sehari, sampai sembuh.

Alternatif lain : rebus 10 gr rimpang temu lawak kering dan 30 gr akar alang-alang ("Imperata cylindrica") dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.

4. Jerawat
Cuci rimpang temu lawak sebesar 1 jari, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya rebus dalam 4 gelas minum air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan tambahkan madu ke dalam air saringannya seperlunya, lalu diminum. Pengobatan dilakukan sehari 2 kali, setiap kali cukup 1 gelas.

Untuk pemakaian luar, cuci rimpang sampai bersih, lalu diparut. Hasil parutannya dapat digunakan sebagai masker untuk mengobati jerawat dan flek hitam di muka.

5. Sembelit
Sediakan rimpang temulawak dan buah asam ("Tamarindus indica L.") masak, masing-masing sebesar 1 jari, gula enau secukupnya. Selanjutnya potong tipis-tipis, lalu seduh dengan 1 cangkir air mendidih. Aduk sampai gulanya larut dan minum setelah dingin.

6. Penambah nafsu makan
Sediakan 20 gr rimpang temulawak segar yang telah diiris tipis-tipis, 10 gr asam jawa dan 30 gr gula enau. Masukkan bahan-bahan tersebut ke dalam panci email, lalu rebus dalam 250 cc air sampai mendidih selama 15 menit. Selanjutnya, saring dan minum ramuan tersebut selagi hangat, sehari 2 kali, masing-masing 1/2 bagian.

Catatan :
Jika menggunakan perasan air temulawak mentah (tidak direbus atau diseduh dengan air panas), endapkan dahulu supaya tepungnya tidak ikut terminum karena tepung mentah dapat mengganggu fungsi ginjal.

Tepung temulawak dapat dimakan setelah diolah. Caranya parut rimpang, kemudian peras dan endapkan. Buang airnya ganti beberapa kali sampai bau dan warna kuning hilang, kemudian jemur. Akhirnya, tepung temu lawak siap digunakan.

Ahad, 3 April 2016

Selasih

SELASIH
Nama Botani: Ocimum basilicum Linn.

Nama lain: Sweet Basil, French Basil(Inggeris), Barbar,Tulsi (Hindi), Raihan (Arabic),Bai horapa (Thai)

Pengenalan:
Selasih merupakan satu darpadai spesies tumbahan yang secara umumnya di kenali sebagai basil. Terdapat lebih kurang 150 spesies dari genus Ocimun ini dan spesies basilicum merupakan yang terpenting. Ia telah lama diketahui mempunyai kepelbagaian sumber dan kaya dengan minyak pati.

 Tumbuhan ini berasal dari kawasan tropika dan separa tropika benua Asia, Afrika dan Amerika Tengah serta Selatan. Kini tersebar luas di kawasan panas di kedua-dua hemispera dari aras laut hingga lebih kurang 1,800 m tinggi.

 Walau pun tanaman selasih telah berabad-abad lamanya berada di negara kita, namun ia masih ditanam dikawasan kebun dapur iaitu bagi kegunaan sendiri.Selasih ialah sejenis tanaman semusim yang tumbuh menegak dengan ketinggian antara 30–90 cm. Batangnya bersegi dan berwarna sama ada hijau, ungu atau perang. Daunnya berwarna hijau pekat, tunggal dan berbentuk bujur telur (‘ovate’). Di negara ini pada kebiasaannya pembungaan bagi tanaman dari biji benih bermula selepas lebih kurang 75 hari selepas di tanam ke ladang. Bunganya terdapat dibahagian hujung batang dan dahan pokok. Keseluruhan bahagian tumbuhan boleh mengeluarkan bauan yang sangat beraroma.

Khasiat dan Kegunaan:
Tanaman selasih mempunyai berbagai-bagai kegunaan. Di Malaysia tumbuhan ini digunakan dalam masakan dan dikatakan mempunyai khasiat perubatan. Di Amerika pula disebabkan kecantikan dan bau yang menarik beberapa baka terpilih telah jadikan sebagai tanaman landskap dan tanaman hiasan.

 Di samping itu ia dianggap sebagai salah satu herba kulinari yang terkenal dan juga dijual sebagai bunga segar dan produk kering. Minyak pati yang dihasilkan melalui pengekstrakan daun dan bunga digunakan dalam industri minyak wangi, farmasiutikal, aromaterapi dan makanan dengan manfaatkan bauan dan perisa yang asli.

Ahad, 13 Disember 2015

Manfaat Daun Turi untuk Kesehatan


Manfaat daun turi yang alami ini tentu bisa kita gunakan sebagai obat herbal. Turi dengan nama latin Sesbania grandiflora adalah tanaman dengan sejuta kegunaan.

 Diduga turi berasal dari Asia Tenggara dan Asia Selatan., namun sekarang sudah tersebar ke berbagai darah tropis di dunia.

 Turi merupakan pohon kecil anggota suku Fabaceae yang tersebar di India Timur sampai Australia.

 Di Indonesia, pohonnya ditanam sebagai tumbuhan pelindung di sawah-sawah atau tanaman hias di halaman rumah.

Turi mempunyai daun penumpu sepanjang 0,5 – 1 cm dengan daun majemuk dan tersebar. Panjang daun sekitar 20-30 cm. Anak-anak daunnya jorong memanjang, menyirip genap dan rata. Tangkainya pendek dan di setiap tangkai berisi 20-40 pasang anak daun. Daunnya juga dimanfaatkan untuk pakan ternak dan pupuk.

Kandungan Daun Turi
Tercatat banyak yang menunjukan bahwa turi merupakan hijauan yang bernutrisi tinggi dan disukai oleh ruminansia ( hewan pemamah biak ).
 Setiap 100 gram berat kering, daun ini mengandung sekitar 36% protein kasar dan 9600 IU vitamin A.
 Konsentrasi N pada dedaunan itu sekitar 3,0–5,5%, dan lebih tinggi lagi pada biji, yakni hingga 6,5%. 
Ketecernaan dedaunan itu berkisar antara 65–73%, dengan kandungan serat kasar yang rendah (5–18%). 
Walaupun tanaman turi diketahui mengandung saponin dan tannin, sejauh ini tidak ada reaksi toksik yang terjadi pada ruminansia. Tapi perlu diperhatikan pakan ini bersifat mematikan pada ayam karena hanya berperut tunggal ( monogastrik).

Khasiat Daun Turi
Dari beberapa kandungan itulah, membuat selain bunganya tapi daunnya juga dapat digunakan sebagai bahan untuk mengobati penyakit dan meningkatkan kesehatan tubuh. Berikut ini selengkapnya tentang penjelasannya :

Demam nifas
Giling 1/3 genggam daun yang sudah dibersihkan, tambahkan ¾ cangkir air minum dan sedikit garam. Diperas dan disaring, lalu dapat diminum.

Penambah ASI
Ambil daun turi muda secukupnya, lalu dikukus. Dimakan sebagai lalapan matang. Bisa juga memakan bunga turi yang sudah di masak terlebih dahulu.

Obat batuk
Siapkan daun turi merah dan daun inggu masing-masing 1 genggam kemudian tumbuk hingga halus, tambahkan air perasan sebuah jeruk pecel. Aduk, selanjutnya peras dan disaring, lalu silahkan Anda minum.

Keputihan
Ambil segenggam daun turi putih dan kunyit sebesar ibu jari dicuci kemudian giling hingga halus. Tambahkan ¾ gelas air minum, diaduk, diperas, dan disaring, lalu minum air perasan tadi 2 kali sehari.

Kuku bengkak akibat tersandung ataupun terkena pukulan
Ambil daun secukupnya lalu ditumbuk hingga halus. Tempelkan diatas kuku yang sakit dan kulit sekitarnya, lalut dibalut dengan kain kasa atau sejenisnya. Ganti 2-3 kali dalam sehari.

Radang tenggorokan
Rebus segenggam daun turi merah dengan air bersih secukupnya, lalu saring. Apabila sudah dingin, air rebusan tadi gunakan untuk berkumur. Lakukan kumur-kumur 4 kali sehari.

Sariawan & sakit tenggorokan
Ambil daun secukupnya, cuci bersih lalu diremas-remas dalam wadah yang sudah ditambah air matang. Gunakan untuk berkumur di tenggorokan atau gargle.

Kecubong



Nama Botani: Datura Fastuosa

Nama Lain: Kecebung

Famili: Solanaceae

Pengenalan:
Pokok jenis renek yang boleh mencapai ketinggian sehingga 2 m.

 Batang bersifat tegak, licin atau berambut sedikit.

 Ranting dan daunnya berwarna keungguan terutama ketika muda.

 Berdaun ringkas, berbentuk bujur yang melebar dibahagian bawah, berukuran 9-18 cm panjang, hujung daun berkeadaan runcing ('acuminate').

 Urat daun timbul dipermukaan bawah.
 
Tangkai daunnya panjang,boleh mencapai sehingga 16 cm.

 Bunganya besar dan panjang berbentuk seperti trompet, bewarna putih dan mempunyai warna ungu di hujung kelopak.

 Buah berbentuk bulat, keras dan berduri.

Khasiat dan Kegunaan:
Bunga kecubung dihiris nipis dan dikeringkan sebelum ia dicampur dengan tembakau untuk dihisap sebagai rokok bagi merawat penyakit lelah.

 Kelopak bunga yang dikeringkan juga boleh dihisap seperti rokok bagi tujuan yang sama.

 Seduhan kelopak bunga boleh diminum bagi merawat sakit jiwa.

 Penggunaan luaran daun kecubung dikatakan dapat meransang pertumbuhan rambut, melegakan kembung pada kanak kanak dan merawat sakit tulang.

 Penggunaan kecubung perlu diawasi kerana kehadiran racun-racun seperti kimia hyoscyamine, scopolamine dan atropine yang boleh menyebabkan khayal.

Sabtu, 12 Disember 2015

Pokok serai kayu


Nama Tempatan: 
Salam

Nama Saintifik:
Eugenia Polyantha

Nama Lain:
samak kelat, bay leaf, daun salam manting, serah, serai kayu, Daeng klua (Thai),Saramu-rihu. sinonim: Syzygium polyanthum

Famili:
myrthaceae

Lokasi dijumpai:
Tumbuhan liar

Asal:
keterangan:

Pokok salam merupakan sejenis pokok tropika yang biasa ditemui tumbuh liar. Ia boleh mencapai ketinggian hingga 90 kaki.Namun ketinggian yang biasa dijumpai ialah 60 kaki. Ia mepunyai dahan yang merimbun dan dan berbentuk ringkas.

 Bunganya berwarna merah jambu dan mempunyai bau yang wangi. Buahnya kecil seperti buah beri, berwarna merah yang akan bertukar menjadi coklat apabila matang sepenuhnya.

Daunnya yang kering berbau wangi dan mempunyai rasa yang sedikit masam. 
Ia biasa digunakan sebagai rempah dalam masakan Indonesia terutamanya masakan daging.
Ia dikatakan akan menghasilkan aroma yang lebih kuat selepas digoreng atau dipanaskan.
Kandungan kimia utama bagi tumbuhan ini ialah :euginol, citral, tanin , flavanoid dan metachavicol.
Ia membiak melalui biji benih dan keratan batang.

kegunaan:

Perubatan herba menggunakan daun salam untuk mengubat penyakit seperti kencing manis, cirit-birit dan darah tinggi.

Bahagian yang digunakan termasuklah daun, akar, kulit batang dan buahnya.
Untuk diabetis melitus caranya dan tekanan darah tinggi, 20 helai daun salam direbus bersama tiga gelas air hingga menjadi satu gelas.
 Air ini diminum dua kali sehari sebelum makan pagi dan malam.

Untuk mengubat cirit birit, daunnya direbus dan disejukkan sebelum dicampur dengan sedikit garam sebelum diminum.

Akar dan kulit batang salam boleh digunakan untuk mengubat kudis dengan cara ditumbuk hingga halus dan ditampal pada bahagian yang terlibat sebelum dibalut.

Setengah pendapat juga mengatakan daun salam juga boleh digunakan untuk menurunkan kolestrol dengan cara merebus daunnya dan diminum airnya 3 kali sehari.

Sabtu, 5 Disember 2015

Khasiat Pokok Gandarusa


Nama Saintifik:Justicia Gendarussa linn
Famili:Acanthaceae
Nama Biasa:Gandarusa
Nama lain:Daun rusa(melayu), bo gu dan(cina),gendarussa(english)

Tanaman gandarusa atau dengan nama latin Justicia gendarussa Burm. f. termasuk dalam keluarga Acanthaceae, merupakan tumbuhan semak, yang pada umumnya ditanam sebagai pasar hidup atau tumbuh liar di hutan, tanggul sungai atau dipelihara sebagai tanaman ubat. Di Jawa tumbuh pada ketinggian 1 – 500 m di atas permukaan laut.

Tumbuh tegak, tinggi dapat mencapai 2 m, percabangan banyak, dimulai dari dekat pangkal batang. Cabang-cabang yang masih muda berwarna ungu gelap, dan bila sudah tua warnanya menjadi coklat mengkilat. Daun letak berhadapan, berupa daun tunggal yang bentuknya lonjong dengan panjang 5-20 cm, lebar 1 – 3,5 cm, tepi rata, hujung daun meruncing, pangkal berbentuk biji bertangkai pendek antara 5 – 7,5 mm, warna daun hijau gelap. Buahnya berbentuk bulat panjang. Selain yang berbatang hitam (lebih popular) ada juga yang berbatang hijau.
Khasiat


Dalam perubatan tradisional Gandarusa Hitam digunakan untuk membantu merawat Sengal-sengal Sendi, Sakit Belakang, Pinggang, Kudis Malam (Pucuk), patah, terseliuh dan wanita lepas bersalin sementara Gandarusa Belang pula digunakan untuk Sengal Sendi dan Bisul. Gandarusa Hijau pula ia digunakan untuk membantu merawat Patah Tulang, Bisul, Rheumatik (Sengal Tulang) dan Sengal Sendi.
 Untuk rawatan biasanya orang-orang tua kita dahulu menggunakan daunnya yang tua, digiling bersama beras dan ibu Kunyit (Kunyit tua) dan tampal ditempat yang ingin dirawat. Ingatan: Jika kulit seseorang bermasalah atau anda tidak tahu ada baiknya bahan tersebut dicampur minyak masak samada minyak Kelapa atau Minyak Kelapa Sawit bertujuan mengelakkan kulit melecuh kerana daun Gandarusa bersifat panas.

CARA PEMAKAIAN:
Tulang patah, bisul:Yang segar dilumatkan atau yang kering dihaluskan, dicampur dengan cuka secukupnya, dengan syarat tulang yang patah sudah dalam posisi yang benar dan terfiksasi.
Memar, keseleo, reumatik:15 – 30 gr kering atau 30 – 60 gr gandarusa segar direbus minum airnya.atau :Memar:
Daun gandarusa segar beberapa helai; Minyak kelapa secukupnya, Dilayukan di atas api kecil, Ditempelkan pada kulit yang memar
Memar:Daun gandarusa diolesi minyak, layukan di atas api. Tempelkan ketempat sakit.
Sakit kepala: Daun gandarusa segar beberapa helai; Lada beberapa butir; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Diborehkan pada pelipis dan dahi, bila perlu dibalut dengan kain basah; diulang setiap 3 jam.
Rematik:Daun gandarusa segar beberapa helai; Daun kecubung segar beberapa helai; Lada hitam beberapa butir; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Disapu pada bagian yang sakit; bila perlu dibalut dengan kain basah; diulang setiap 3 jam; tidak dianjurkan bagi ibu hamil

Sabtu, 14 November 2015

Keladi Tikus

Pokok herba Keladi tikus. - Wikipedia

Nama Tempatan: Keladi Tikus.

Nama Saintifik: Typhonium Flagelliforme.
Nama Lain: Rodent Tuber, Laoshu yu.
Kategori Keluarga: Araceae.
Lokasi dijumpai (Malaysia): hutan dara berpaya, kawasan lembab berair.

Pengenalan.
Keladi Tikus adalah sejenis tumbuhan meliar dari keluarga Araceae. Nama saintifiknya ialah Typhonium Flagelliforme (Lodd) Blume. Tergolong dalan genetik Typhonium, Keladi Tikus juga dikenali dengan beberapa nama lain lagi seperti talas kunting, bira kecil, ileus gofu sepa dan trenggiling mentik. Tanaman semak jenis talas ini hanya tumbuh dengan ketinggian 25 hingga 30cm sahaja dan memilih tempat lembab berpaya untuk tumbuh. Daunnya berbentuk seperti jantung, tumbuh dari ubi dan berwarna hijau segar. Dalam Bahasa Inggeris keladi tikus disebut sebagai Rodent Tuber. Ia dapat dijumpai di kebanyakan titik lembab di Malaysia dan juga Indonesia. Keseluruhan bahagian tumbuhan ini mempunyai khasiat dalam merawat beberapa jenis penyakit.

Typhonium.
Tanaman ini diakui mempunyai nilai anti kanser pada awal 1990’an (Neoh, 1992), ini pendapat sarjana Barat, sedangkan tanaman ini telah lama diguna pakai oleh sarjana Islam seperti Ibnu Sinna dalam perubatan tibb-e-Unani dan di Negeri China. Tumbuhan ini walaupun bukan jenis tumbuhan dikenali umum, tapi ia terkenal dikalangan para tabib (sense) Cina yang menggunakan nya dalam komponen herba tradisional mereka untuk rawatan kahak berangin (wind-phlegm), penyakit yang menyebabkan kejangan otot dan untuk pesakit lumpuh lidah, muka atau percakapan. Contohnya, digunakan dalam ubatan Qianzheng San (Serbuk pemulihan keasal / Powder for Restoring the Normal Position), yang mengandungi ramuan utamanya typhonium, ulat-sutera dan kalajengking, yang diberikan kepada pesakit lumpuh disebabkan stroke. Lanjutan dari versi formula ini adalah ubat Yifeng Dan (ubat menghalang kahak angin / wind stopping pill) ramuan dari Qianzheng San serta banyak lagi ubatan Cina kuno yang menggunakan keladi tikus sebagai ramuan utama dalam ubatan mereka.

Dalam buku Sichuan Chinese Pharmacological History, dituliskan bahawa unsur timbangan bagi typhonium ialah “hangat dan mempunyai rasa kemanis –manisan, kelat, menyucuk, gatal, bertoksik dan ia boleh menyembuh sakit gastrik dan sendi disebabkan dari gangguan darah”. Dalam tahun 1995-96 seorang Pensyarah Pusat Pengajian Sains Kajihayat Universiti Sains Malaysia (USM), Prof Christopher Teo Kheng Hoe; seorang botanis berkata, keladi tikus dijumpai secara kebetulan ketika seorang pesakit kanser meminta pertolongannya untuk membiak tumbuhan itu, yang dipercayai boleh menyembuh penyakit’, ketika itu beliau terlibat dalam kajian pembiakkan tumbuh-tumbuhan dan beliau berjanji untuk membantu membiakkan keladi tikus dan melalui kajian dijalankan ke atas keladi tikus atau Typhonium, Teo berkata, pesakit menunjuk kesan positif selepas memakan tumbuhan berkenaan, bahkan pesakit akan berasa lebih baik, tidak letih dan mempunyai selera makan.
Pokok Herba Keladi Tikus dari jenis Araceae.

Khasiat dan kegunaan
Di antara khasiat herba ini, ia bagus untuk rawatan penyakit barah seperti penyakit barah payu dara, paru-paru, rektum, hati, prostat, pangkal rahim, buah pinggang serta bermacam jenis kanser lagi. Keladi tikus dapat membunuh sel-sel barah ini dan membaiki semula sel yang telah rosak akibat kemoterapi. Herba ini bersifat antivirus dan antibakteria. Air dari pokok ini mampu merencatkan ketumbuhan kanser dan membantu mengurangkan kesan sampingan rawatan kemoterapi.

Sebelum penemuan terbaru ini, herba tanaman ini telah lama digunakan dalam rawatan kecederaan dalaman dan bengkak dalaman yang menyebabkan pengumpulan cecair pada sel sel dan tisu dalaman. Batang tanaman ini (Rhizome) secara tradisional digunakan sebagai ubat batuk dan untuk penyakit paru-paru. Di Filipina pembungaannya diguna untuk meredakan pendarahan dan membantu penyembuhan luka (Perry, 1980).
Khasiat Keladi Tikus:

1. Membantut ketumbuhan Sel Tumor.

2. Membantut ketumbuhan Sel Kanser.

3. Mengurangkan kesan sampingan dari rawatan kemoterapi (keguguran rambut, mual, hilangan selera makan dsb).

4. Bertindak sebagai Anti-virus dan bakteria.

5. Merungkaikan keracunan toksik ubatan.

6. Merungkaikan keracunan toksik rokok.

7. Mengatasi penyakit diabatis melitus.

8. Mengatasi tekanan.

9. Meningkat stamina dan ketahanan diri.

10. Membantu melegakan penyakit kegagalan jantung.

11. Meyembuh selsema, batuk, kahak dan sakit kepala.

12. Anti Asma.

13. Meredahkah bengkak dan sakit.

14. Mengatasi masalah kekembungan perut.

15. Menyembuh penyakit hati.

Bagaimana Typhonium Flagelliforme bertindak?
Typhonium Flagelliforme / keladi tikus membantu detoksifikasi dalam sistem darah. Kajian menunjukkan bahawa keladi tikus mengandungi kandungan Arginine yang tinggi. Arginine adalah asid amino yang penting yang mana diperlukan untuk pertumbuhan normal mikrob, tanaman dan juga haiwan. Arginine juga diperlukan untuk mengekalkan metabolisme yang normal dan proliferasi sel.

Keladi tikus mengandungi anti-neoplastik atau antikanser, serta berkhasiat sebagai antivirus. Kesan farmakologi ini ialah menjadi ubat utama untuk merawat kanser. Ramuan ini mengandungi ribosome inacting protein (RIP), zat antioksidan dan zat antikurkumin. RIP berfungsi membantutkan perkembangan sel kanser, tanpa merosak jaringan sekitarnya, dan menghalang pertumbuhannya. Zat antioksidan berfungsi mencegah kerosakan gen, sementara zat antikurkumin berfungsi sebagai anti inflamasi / anti radang.
Manfaat Keladi Tikus
(dipetik dari http://herbal369.blogspot.com)

Menurut data dari Malaysia,berbagai penyakit telah disembuhkan antara lain:

Berbagai kanser seperti payudara, paru-paru,usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal,leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukimia, hempedu, pankreas dan hepatitis (Media Indonesia)

Penyakit-penyakit berat lainnya seperti: Diabetes Melitus, demam berdarah, radang otak, radang tenggorokan,ambeien akut, sakit gigi, keputihan, kista, sinus (gangguan hidung), hernia, biduran dan semua penyakit yang disebabkan virus dan bakteria.

Mengurangi efek samping kemoterapi (seperti: keguguran rambut, kulit kusam, mual-mual)

Menghentikan perdarahan diluar maupun didalam tubuh.

Untuk kanak-kanak dapat mengubati berbagai radang dan sakit gigi.

Keladi tikus penawar kanser semulajadi.
Sistem imun yang sihat merupakan pelindung utama dari penyakit kanser. Sistem imun mempunyai sel dinamakan "Sel NK (Natural Killer -Pembunuh Semulajadi)", yang bertanggungjawab untuk memerangi sel kanser. Setiap saat dalam hidup kita, sel NK bekerja keras untuk membunuh sel kanser. Apabila sel NK gagal melaksana tugasnya, maka tubuh kita dengan mudahnya akan mendapat penyakit kanser. Perubahan diet boleh membantu anda memelihara kesihatan sistem imun dan seterusnya mencegah kanser. Diet yang terdiri dari 80% sayuran, buah-buahan dan jus segar, bijirin dan kacang dapat membantu tubuh berada dalam persekitaran alkali dimana ianya merupakan persekitaran yang tidak baik untuk pertumbuhan sel kanser. Keladi tikus (Typhonium flagelliforme) dapat membantu tubuh dalam membekalkan beberapa komponen aktif bagi tubuh bertindak secara semulajadi bagi memerangi sel asing yang wujud di dalam tubuh. Perkembangan sel yang tidak diperlukan seperti sel kanser dapat dicegah dengan tindakan awal seperti penggunaan herba keladi tikus yang mempunyai sebatian Ribonsome Inactivating Protien secara semulajadi dapat memberikan tenaga tambahan kepada tubuh dan seterusnya memperkukuhkan sel NK, ini dapat dilihat dengan kesan kemasukkan enzim keladi tikus ke dalam darah pesakit yang mempunyai masalah kanser dengan cara penggunaan selama sekurang-kurangnya enam bulan berturut-turut dan tindakan ini perlulah disusuli dengan pemerhatian (medical checkup) oleh pakar yang mempunyai pengalaman didalam mengukur kadar reaktif sesebuah sel kanser.
Pokok herba Keladi tikus asli dari keluarga Araceae.

Cara herba Keladi tikus bertindak didalam tubuh manusia adalah berbeza dengan kaedah rawatan konvensional yang lain. Ianya menyerang sel kanser menerusi apa yang dimakan oleh sel tersebut yang seterusnya akan menyebabkan pengecutan dari dalam pusat sel, ini akan menyebabkan semakin lama, sel itu akan mengecut dengan sendiri kerana kekurangan zat yang sepatutnya menjadi makanan kepada sel tersebut. Di dalam hal ini, pengguna perlulah memahami setiap makanan yang dimakan olehnya akan menjadi makanan bagi sel kanser, ini harus diperhatikan dengan mengikuti beberapa pematuhan pemakanan (pantang utama) yang telah ditetapkan seperti:

Penggunaan gula putih biasa adalah sangat tidak digalakkan, ganti dengan madu lebah asli.

Daging merah (lembu, kambing) tidak disyorkan.

Susu asli (yang terkandung pigmen darah merah) tidak digalakkan, sila hadkan pengambilan.

Merokok dan Alkohol, ini perlu dijauhi.

disamping itu, pesakit juga perlu menjalani sebuah kehidupan yang sihat seperti selalu bersenam dan tidak terlalu memikirkan masalah yang dihadapi, sebaliknya memikirkan bagaikan untuk merawat penyakit yang ada disertakan dengan azam dan keyakinan yang kuat bahawa penyakit yang ada itu ada penawarnya, cuma ikhtiar yang lebih sedikit diperlukan kerana pada hakikatnya, kanser bukanlah satu penyakit yang sama taraf dengan sakit gigi atau demam biasa, ianya memerlukan komitmen yang tinggi untuk sembuh sepenuhnya.
Ubi pokok Keladi tikus yang sudah mencapai tahap matang.

Herba Keladi tikus turut dikenali kalangan pengamal perubatan tradisional, khususnya di rantau asia tenggara seperti Malaysia serta Indonesia dengan nama Keladi cheng, talas kunting dan beberapa nama lain lagi. Kandungan toksin yang ada padanya yang dapat merawat pelbagai jenis penyakit, termasuk kanser, telah menarik minat beberapa buah universiti, termasuk Universiti Sains Malaysia (USM) serta Universiti Putra Malaysia (UPM) untuk membuat penelitian yang lebih mendalam terhadap herba ini. Mengikut beberapa kajian yang telah dijalankan oleh Universiti Putra Malaysia menunjukkan, terdapat tindakbalas dari sudut pertumbuhan sel kanser apabila disatukan dengan ekstrak daripada keladi tikus, hal ini terjadi berikutan daripada tindak balas komponen yang dikenali dengan nama Ribosome inactivating protein, yang mempunyai keberkesanan menyekat perkembangan sel kanser dari terus merebak. Ribosome inactivating protein apabila bergabung dengan Monoclonal antibodies yang terbentuk secara semulajadi dalam tubuh akan menghasilkan sejenis toksin yang dikenali dengan nama Immunotoxins, sejenis toksin yang bersifat membunuh sel dan ianya digunakan untuk rawatan kanser serta beberapa jangkitan viral yang lain (rujukan).

Menerusi satu penyelidikan yang diketuai oleh pasukan UPM-MAKNA Cancer Research Laboratory, Universiti Putra Malaysia terhadap herba Keladi tikus (Typhonium Flagelliforme) menunjukkan, terdapat gangguan pada pertumbuhan kanser jenis malignant (jenis kanser, berjangkit)selepas disatukan dengan ekstrak Keladi tikus. Penyelidikan ini menggunakan kaedah Lymphoblastoid seperti yang dipaparkan pada rajah 1.

Rajah 1: Petikan daripada Academic Journal Inc. (pautan)

Penggunaan herba keladi tikus mempunyai sejarahnya yang tersendiri, ianya tidak begitu dikenali sehingga ianya diperkenalkan oleh profesor daripada Universiti Putra Malaysia, yang membantu seorang pesakit kanser membiakkan tumbuhan herba ini untuk merawat kanser yang beliau hadapi. Pokok Keladi tikus yang tumbuh di Malaysia ini biasanya tumbuh subur pada kawasan lembab seperti di pinggiran kawasan laluan sungai dan biasanya ditemui pada ketinggian 1000 kaki pada aras laut, walau bagaimanapun, ianya juga boleh dijumpai pada kawasan yang mempunyai kadar pencahayaan yang kurang seperti dibawah pokok besar berbanding kawasan yang lapang dan terang.

Khamis, 12 November 2015

Mengkudu

Nama Botani: Morinda citrifolia Linn.

Nama lain: Noni, Indian mulberry, Painkiller (Inggeris), Pace, Cangkudu (Indonesia), Yo ban (Thai), Nhau (Vietnameses)
Famili: Rubiaceae

Pengenalan:
Mengkudu ialah tanaman bersifat saka berasal dari Asia, Australia dan kepulauan Pasifik. Ia telah hidup secara liar berabad-abad lamanya di negara kita dan kurang mendapat perhatian semasa itu.
 Kebanyakannya terdapat dikawasan pinggir hutan dan berdekatan dengan perparitan dan sungai.

 Tanaman ini mempunyai batang pokok yang lurus, berdaun lebar, bunga berwarna putih, buah berbentuk bujur dan bertukar dari hijau ke putih kekuningan apabila matang. Buah yang masak mempunyai bau yang kurang menyenangkan. Ketinggian pokok boleh mencapai lebih kurang 10 m.

 Dua spesies tanaman mengkudu yang biasa terdapat di negara ini ialah Morinda citrifolia (mengkudu besar atau mengkudu laut) dan Morinda elliptica (mengkudu kecil atau mengkudu hutan). Terdapat variasi yang ketara dari segi saiz dan bentuk buah.

Khasiat dan Kegunaan:
Mengkudu mempunyai pelbagai kegunaan. Ia telah digunakan sejak turun-temurun dalam perubatan tradisional terutama di kalangan masyarakat Melayu.

 ‘Penemuan semula’ dan minat masyarakat umum terhadap tanaman ‘ajaib’ ini bermula pada penghujung 1998 selepas penemuan saintifik tentang bahan aktif serta fungsinya oleh seorang ahli biokimia dari Universiti Hawaii.

 Satu bancian yang dijalankan di Amerika Syarikat melaporkan sebanyak 22 jenis masalah kesihatan telah dapat dibantu dengan pengambilan mengkudu. Antaranya ialah kanser, kencing manis, darah tinggi, tulang, jantung, kemurungan, pernafasan, penghadaman dan buah pinggang.

 Mengkudu juga boleh dibangunkan ke produk kumpulan makanan seperti makanan kesihatan/tambahan, tonik, minuman dan perubatan tradisional dan barangan bukan makanan seperti kosmetik, penjagaan/kesihatan diri dan biopesticid.